Bentuk Karakter Generasi Muda, Babinsa Penapali Ajari Anak-Anak Karate





Biwaranews.com, Bima - Babinsa Desa Penapali, Serma H. Furqon melatih karate anak-anak Desa Penapali tiap hari Senin & Sabtu, mulai dari SD, SMP, SMA. Hal tersebut dikatakan Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra,Rabu (3/4).

Lanjutnya, latihan bertujuan sebagai sarana komunikasi sosial dengan masyarakat, untuk memberikan pendidikan karakter kepada anak-anak muda dilingkungannya, selain juga untuk mencetak bibit -bibit atlet karate yang handal.

Anak didik dari Serma Furqon telah beberapa kali meraih prestasi diberbagai event tingkat Kab/Kota Bima, Tingkat NTB dan bahkan ada yang berhasil meraih medali pada OSN 2018 lalu.

Selain sebagai sarana komunikasi sosial masyarakat, juga untuk melatih anak -anak dalam menghadapi segala sesuatu dengan segenap kemampuannya, berani berkata jujur dan benar, bertindak benar, berani berinisiatif, berani menolong orang, berani mempertahankan haknya, dan sebagainya.

Pasalnya, berlatih karate bukan saja melatih jurus-jurus tetapi juga mentalnya. Sebelum atau setelah latihan, para pelatih biasanya mengajak siswanya berbincang mengenai apa yang harus siswa lakukan di luar tempat latihan, menotivasi mereka untuk berlaku benar sebagai wujud dari sikap ksatria.

"Berlatih karate adalah salah satu cara mengeluarkan energi negatifnya dengan cara positif. Ia bisa memukul bantalan karet, berguling di atas matras, melompat, berteriak, berlari, dan lainnya. Jika emosi negatifnya tersalurkan dengan baik, maka secara emosi anak - anak akan merasa lebih nyaman dan emosinya pun bisa lebih stabil,"katanya.

Dijelaskan Dandim, setiap olahraga bela diri memiliki aturan masing-masing. Salah satunya adalah anak harus disiplin. Ia harus datang tepat waktu, mengikuti instruksi pelatih, harus memakai seragam, tidak boleh bermain-main, harus bekerja sama dengan siswa, saling menghormati, tidak boleh menggunakan kemampuan dengan sembarangan, menolong sesama, dan sebagainya.

Latihan seperti ini akan menguatkan serta meningkatkan kedisiplinan dan komitmen anak-anak. Tak mustahil anak juga akan menerapkan disiplin dan komitmen pada hal lain, seperti mengerjakan tugas sekolah, belajar di rumah, datang tepat waktu ke sekolah, menghormati teman, dan lainnya kalau tanpa dibekali dengan kedisplinan ilmunya.

"Saat anak- anak berlatih tentu akan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang: ada pelatih, siswa lain, pengurus, bahkan mungkin orangtua dari teman segingga mental dan kedisiplinan anak - anak harus kuat dan kokoh, "ujarnya.

Dengan begitu interaksi anak jadi lebih terbuka sehingga ia bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasinya. Beberapa anak mungkin malu-malu, tugas kita lah membangun keberaniannya sehingga mampu bersosialisasi dengan baik.

"Karate atau sejenis olahraga lainnya jangan dimaknai dengan hal-hal negatif, namun harus dimaknai dengan hal positif. Karena, setiap olahraga selain dapat membangun komunikasi sosial masyarakat juga sebagai proses awal anak -anak dalam membentuk karakternya untuk bangsa dan negara," terangnya. (Kodim 1608/Bima)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.