Lettu Arh Eko Yanu Prasetyo, SE Danramil 07/ Gatak Dampingi Walikota Ziarah di Astana Kendaran




Sukoharjo, Jateng -  Pada hari Selasa tanggal 08 Oktober 2019 pukul 09.00 s.d 11.00 wib bertempat di Astana  Kendaran Dk. Jetis Rt. 01 Rw.01 Ds. Kagokan Kec. Gatak Kab. Sukoharjo telah dilaksanakan upacara ziarah di makam alm.Wongso Negoro ( Gubernur pertama Jawa tengah) dalam rangka memperingati pertempuran lima hari di Semarang.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 150 orang tersebut juga dihadiri oleh  Walikota Semarang Hendrar Prihadi, SE., MM ( Walikota Semarang) Kadarusman ( Ketua DPRD Kota Semarang,  Bisa Muji, SH., MH ( Kajari Semarang) Ir Iswar Aminudin, MT ( Sekda Kota Sebarang) Ir. Agus Riyanto ( Saff Ahli Walikota Semarang) Perwakilan para Veteran pelaku pertempuran lima hari di Semarang., Mayor CPM Wawan ( Wadandenpom 1V /Semarang)  Mayor Inf Sugiharto ( Kodim BS /Semarang)

Hadir juga Camat Se- Kodya Semarang. Para Kepala bagian dan Kasie jajaran Kodya Semarang,  Dra. Sumi Rahayu, SH MH (Camat Gatak)  AKP Yulianto, SH,. MH ( Kapolsek Gatak)  Lettu Arh Eko Yanu Prasetyo, SE ( Danramil 07/ Gatak)   Budi Riyanto ( Kepala Desa Kagokan)  Bripka Anggit (Bhabinkamtibmas Ds. Kagokan) Serka Hakim (Babinsa Ds. Kagokan) 10 orang pemuda Pancasila ranting gatak, 10 anggota Dinas Perhubungan  Kodya Semarang.  Perwakilan dari Keluarga alm wongsonegoro dan  6 orang anggota Koramil 07/ Gatak.

Dalam sambutannya Satrio Puji Budiardo., SH ( Mewakili keluarga alm. Wongso Negoro) mengatakan bahwa  sangat terima kasih atas kehadiran bapak-bapak dalam acara peringatan pertempuran lima hari di Semarang di makam Eyang wongsonegoro.





"Telah biasa untuk kegiatan agenda rutin dari Pemkot Semarang untuk acara hari ini akan membacakan tahlil kemudian berikutnya dengan acara tabur bunga Kemudian dari keluarga besar ada satu hal yang sedikit perlu disampaikan melalui dalam pertemuaan pada siang hari ini yaitu untuk menggugah untuk mengangkat nama besar almarhum dengan memunculkan sebagai pahlawan nasional melalui pemerintah kota Semarang,' terang Satrio Puji

" Dengan pertimbangan rekam jejak almarhum dan jasa-jasa menjadi Bupati Sragen sebelum tahun 1940 dan jasa jasa lain di Jawa tengah saat sebagai gubernur Jawa tengah pada tahun 1945 saat sebagai Menteri Dalam Negeri selama 3 kali pada kabinet Ali Wongso dan hingga setelah 1955 selalu memberikan pengabdianya kepada pemerintah Republik Indonesia." lanjut dia

"Kurang lebih demikian sambutan dari keluarga yang bisa kami sampaikan atas perhatian dan peran serta dari pemerintah kota Semarang Kami mengucapkan banyak terima kasih demikian wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." pungkas Satrio Puji B, SH

Sementara itu, Hendrar Prihadi., SE., MM ( Walikota Semarang)dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa keluarga besar KRT. Wongsonegoro diwakili  Raden Mas Satrio Puji Budiarso matur nuwun atas perkenan waktu tempatnya saya dan rombongan dari Semarang untuk ziarah ke keluarga besar krmt wongsonegoro

"Juga hadir temen-temen muspika Gatak, kepala desa, pemuda Pancasila gatak, pamong desa juga dan dari pelaku pertempuran lima hari, dari  kemudian ada rekan-rekan forkompinda hadir secara pribadi ada pak Kaji hari ini ada Pak Wadan Denpom  dan ketua DPRD kota Semarang." kata Walikota Semarang

"Semakin teringat di dalam hati dalam perjalanan setiap tahunnya pemerintah kota Semarang selalu menyempatkan untuk hadir di dalam acara ziarah di tokoh bangsa Indonesia yaitu alm. Wongsonegoro Beliau pernah jadi di dalam sejarah jadi Wakil perdana menteri di Indonesia pernah juga menjadi gubernur provinsi Jawa Tengah pada masa kemerdekaan dan adalah pelaku atau pejuang pertempuran lima hari tokoh-tokoh pelaku pejuang pertempuran lima hari ini salah satunya adalah KRT wongsonegoro yang sekarang namanya dipakai sebagai nama rumah sakit pemerintah kota Semarang." jelas Walikota

"Ada juga tokoh yang lain seperti dokter Karyadi namanya dipakai sebagai salah satu rumah sakit yang ada juga di Kota Semarang ada dokter gigi Sunarti dan rekan-rekan dari kota Semarang yang tergabung dalam pelaku pertempuran lima hari suatu ketika saya datang ke teman-teman provinsi Jawa Tengah mereka mengatakan iki keliru pak seharusnya yang pergi  konco-konco pemerintah provinsi Jawa Tengah," ujarnya

Masih kata Walikota , Hendrar Prihadi., SE., MM bahwa dirinya mengatakan  tidak ada yang keliru karena masih sama-sama sebagai tokoh bangsa dan kami ziarah karena di dalam peringati pertempuran lima hari dan tanggal 14 Oktober nanti di sini maka ada beberapa hal yang insya Allah akan bisa kita implementasikan di dalam kehidupan sehari-hari pertama adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita sekarang dengan ziaroh kita meyakini bahwa kematian itu ada sehingga yang menduduki posisi posisi sekarang  mesti ngerti nggak boleh sewenang-wenang karena suatu ketika kita akan kembali Kepada Allah SWT.





"Yang kedua Mas Satrio kita juga Insya Allah ingin mewarisi nilai-nilai perjuangan dari tokoh KRT wongsonegoro beliau di dalam berjuang menurut Catatan sejarah mempunyai semangat yang tiada henti untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan." tambah , Hendrar Prihadi., SE., MM

" Dan yang ketiga nanti Insya Allah bisa kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari di dalam kita berjuang untuk membantu masyarakat khususnya di Kota Semarang ini mudah-mudahan selalu konsisten dan tidak kenal lelah dengan demikian makna dari pada acara pada siang hari ini sangat banyak kami ucapkan terima kasih atas kerawuhan kehadiran serta dukungan." tutur Hendrar

 Kegiatan ziarah ke makam alm wongsonegoro ( Gubernur pertama Jateng) oleh walikota Semarang dan jajaran merupakan agenda  rutin tahunan, dalam rangka mengenang pelaku sejarah para pejuang kemerdekaan RI.   (Arif)


Lettu Arh Eko Yanu Prasetyo, SE Danramil 07/ Gatak Dampingi Walikota Ziarah di Astana Kendaran  Lettu Arh Eko Yanu Prasetyo, SE  Danramil 07/ Gatak Dampingi Walikota Ziarah di Astana  Kendaran Reviewed by Della on Oktober 09, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar