Pasar Tradisional Barungan Grajakan, Ikon Baru Wisata Kota Probolinggo




Probolinggo,  Jatim - Camat Noasih, Kota Probolinggo, Deus Nawandi jadikan potensi barungan (rumpun bambu,red) yang ada di kampung Grajakan Noasih dijadikan potensi wisata alam.

Karena potensi rumpun bambu yang ada, di buatlah sebagai terobosan tempat wisata baru di Kecamatan Wonoasih dengan nama 'Pasar Tradisional Barungan Kampung Partisipatif Grajakan'.

Yang unik, bagi pengunjung yang masuk ke wisata pasar tradisional ini harus menukar rupiah dengan alat beli yang terbuat dari bambu yang sudah disediakan. Pasalnya didalam pasar tradisional pasar barungan grajakan ini untuk membeli makanan dan minuman yang dijual tidak menggunakan mata uang rupiah, tapi menggunakan alat tukar yang dibuat dari bambu.

Yang menarik juga di pasar tradisional ini, jajajanan yang dijual oleh masyarakat sekitar adalah jajanan kuno/jajanan tempo dulu. Diantaranya ; Unduk-unduk, sawud, klepon, dan lain-lain, yang semua jajanan tersebut bahannya dari ketela pohon (ubi kayu).

Wisata pasar tradisional ini, Minggu (1/12/2019) dibuka oleh Wakil Wali Kota Probolinggo HM Soufis Subri. Pembukaan juga di hadiri oleh Sekda Kota drg. Ninik Ira Wibawati, Kepala Disbudpar Kota Probolinggo Tutang Aribowo, Muspika setempat serta seluruh lurah diwilayah Kecamatan Noasih.

Camat Noasih, Deus Nawandi mengatakan, Wisata Pasar tradisional barungan kampung kreatif Grajakan ini selain sebagai potensi wisata alam, juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat.

"Tujuannya untuk mengelola lingkungan dan potensi lingkungan. Dengan adanya wisata pasar tradisional ini diharapkan bisa mendongkrak peluang ekonomi masyarakat sekitar dan komonitas UMKN. Sehingga semua ini merupakan ekosistem," ujar Deus.

Sedang Wakil Wali Kota HM Soufis Subri, terkait kegiatan gebyar pasar tradisional barungan kampung grajakan ini, kepada sejumlah insan pers Subri mengatakan, tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali hal-hal yang sifatnya tradisional. Sehingga anak-anak muda kedepan lebih mengenal lagi dengan peninggalan yang diwariskan oleh nenek moyang kita.

Inilah pasar tradisional yang dulu pernah ada. Nanti kedepan akan kita giatkan kegiatan seperti ini agar merata di seluruh kota probolinggo, dan menjadi ikon baru wisata kota probolinggo. "Sekaligus menjadi potensi terkait dengan kemandirian ekonomi masyarakat kota probolinggo, terutama didaerah-daerah pinggiran," kata Wawali Subri.

Ia jelaskan, bahwa pasar tradisional ini menyajikan lagi kue-kue jaman kuno, kue-kue kuno, kue-kue tradisiinal, seperti ; Unduk-unduk, Sawud, Cenil dll. Dan ini unik, karena tidak semua anak-anak sekarang tau itu. "Ini yang menjadi pelajaran, bahwasannya untuk nex kedepan, kita merancang bangsa kedepan jangan melupakan hal-hal yang sifatnya peninggalan dari nenek moyang kita," ucap Subri.

Yang unik dan menarik dipasar tradisional barungan ini, menurut Wawali Subri, adalah pengunjung yang masuk harus menukar uang dengan alat tukar yang terbuat dari bambu. Karena untuk membeli jajanan disini alat tukarnya dengan bambu. "Karena disini banyak bambu, sehingga digunakan sebagai alat tukar atau pengganti pembayaran," tuturnya.

Dan kegiatan ini akan kita pantau terus, nantinya akan kita lengkapi pula apa yang kurang disini. Pengembangan potensi wisata ini tidak hanya di kecamatan Noasih saja, akan tetapi juga di kecamatan-kecamatan yang lain kalau memang memiliki potensi yang sama, atau mungkin sedikit berbeda dengan kearifan lokalnya pasti Wali kota akan menyuport.

"Bagaimana agar kegiatan pasar tradisional ini bisa terus berkembang dan menjadi potensi kemandirian ekonomi di setiap wilayah," pungkas Wawali Subri. (Singgih)
Pasar Tradisional Barungan Grajakan, Ikon Baru Wisata Kota Probolinggo Pasar Tradisional Barungan Grajakan, Ikon Baru Wisata Kota Probolinggo Reviewed by LBI on Desember 01, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar